kpud-pacitankab.go.id Pacitan – Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Timur) Tahun 2018 memasuki pembentukan badan Adhoc. Badan Adhoc Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan yang dimaksud adalah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pilgub Jatim 2018.

Peran KPPS sangat penting, disamping harus mempersiapkan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara, KPPS juga memastikan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara berjalan dengan lancar. Mekanisme pembentukan KPPS pada Pilgub Jatim 2018 juga telah diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2017 tentang pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK); Panitia Pemungutan Suara (PPS); dan KPPS.

Rapat di RPP KPU Pacitan

Bertempat di Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU Pacitan, rapat digelar dengan mengundang PPK Divisi SDM se Kabupaten Pacitan pada Rabu (2/5). Rapat dihadiri oleh Ketua KPU Pacitan Damhudi, dan Komisioner KPU Pacitan Divisi Teknis Wahyu Nugroho. Rapat yang beragendakan Rapat Koordinasi Pembentukan KPPS Dalam Pilgub Jatim Tahun 2018 ini berjalan dengan antusias. Hal ini ditandai dengan hadirnya seluruh anggota PPK se Kabupaten Pacitan.

“Terkait dengan rekrutmen KPPS untuk Pilgub Jatim 2018, kali ini ada perbedaan dengan pemilihan sebelumnya,” papar Damhudi saat membuka acara. Rekrutmen akan dilaksanakan secara terbuka, sehingga akan membuka kesempatan yang lebih lebar bagi siapa saja yang ingin menjadi KPPS.

“Hal ini mengingat banyakknya animo masyarakat yang ingin menjadi bagian dari penyelenggara, mulai dari PPK, PPS, dan KPPS,” jelas Damhudi. Dalam merekrut KPPS, PPS sebagai pelaksana dalam rekrutmen harus memilih masyarakat yang mendaftar sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Selain itu, KPU, PPK dan PPS juga berkoordinasi dengan lembaga pendidikan untuk terlibat sebagai penyelenggara pemilihan,” tegas Damhudi. Lebih lanjut Damhudi menyebutkan bahwa terkait dengan periodeisasi juga harus diperhatikan, KPPS hanya dapat melaksanakan tugasnya sebanyak 2 (Dua) periode saja. Sehingga PPK dan PPS juga harus selektif dalam melakukan verifikasi terhadap kandidat yang akan dijadikan KPPS.

Dalam Pilgub Jatim 2018 nanti, KPU Pacitan akan membutuhkan anggota KPPS sejumlah 7 (Tujuh) orang pada setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Kabupaten. Selain itu juga dibutuhkan 2 (Dua) Petugas Ketertiban TPS di setiap TPS di seluruh Kabupaten.

Raker dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara PPK dan KPU Pacitan. Pertanyaan – pertanyaan yang dilontarkan kepada KPU adalah seputar mekanisme dan persyaratan pencalonan KPPS; batasan usia untuk dapat menjadi KPPS; serta jadwal dan batasan – batasan yang ditetapkan dalam pencalonan KPPS berdasar PKPU Nomor 13 Tahun 2017.

ym/gil/wahyu

http://www.kpud-pacitankab.go.id/wp-content/uploads/2018/05/IMG_1106-1024x683.jpghttp://www.kpud-pacitankab.go.id/wp-content/uploads/2018/05/IMG_1106-150x150.jpgAdminBerita KPUKPPS,KPU MELAYANI,KPU PACITAN,PILGUB JATIM 2018 GUYUB RUKUN,PPK & PPSkpud-pacitankab.go.id Pacitan – Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Timur) Tahun 2018 memasuki pembentukan badan Adhoc. Badan Adhoc Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan yang dimaksud adalah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pilgub Jatim 2018. Peran KPPS sangat penting, disamping harus mempersiapkan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan...Pemilih Berdaulat Negara Kuat