Pacitan, kpu-pacitankab.go.id. DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) menggelar sosialisasi dua peraturan sekaligus tentang kode etik. Dua peraturan tersebut yaitu peraturan DKPP no. 02 tahun 2017 tentang kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu dan peraturan DKPP no. 03 tahun 2017 tentang pedoman beracara kode etik penyelenggara pemilu. Sosialisasi diselenggarakan pada hari Kamis (9/10/2017), bertempat di Hotel Singgasana, Surabaya. Sosialisasi ini di selenggarakan terkait dengan pedoman dalam menghadapi penyelenggaraan Pimilihan serentak 2018 dan Pemilu 2019 mendatang.

Selain  Komisioner DKPP, hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Gubernur Jawa Timur (Jatim) Forkopinda Jatim, Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jatim, Komisioner Bawaslu Jatim, anggota KPU dan Panwas Kabupaten/Kota se-Jatim. Selain itu ikut hadir pula dari TNI, POLRI, unsur Perguruan Tinggi, Ormas, Parpol, dan Steakholder terkait lainya.

Dalam sambutanya Anggota Komisioner KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro, menyampaikan bahwa DKPP merupakan bagian dari penyelenggara pemilihan maupun pemilu yang sangat penting. “Arahan DKPP merupakan bekal yang sangat penting utamanya penyelenggaraan Pilgub Jatim mendatang.” jelas Gogot. Lebih lanjut Gogot menjelaskan bahwa dengan kesibukan yang luar biasa dari teman – teman KPU Kabupaten/ Kota se Jatim masih mengistimewakan waktu untuk hadir. “Kami sampaikan apresiasi yang setinggi – tingginya untuk teman-teman utamanya KPU Kabupaten/ Kota se Jatim dengan lengkap bisa hadir disini” lanjutnya.

Sementara itu menurut ketua Bawaslu Jatim, Muh. Yamin, dalam sambutanya juga menyampaikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada DKPP bahwa rangkaian sosialisasi peraturan DKPP ini pertama dilakukan di Jatim. “Dilandasi dengan semangat membara bertepatan dengan suasana Hari Pahlawan 10 November, kegiatan hari ini merupakan moment yang luar biasa” tegas Muh. Yamin. Perjumpaan penyelenggara pemilihan dan pemilu kali ini merupakan penyemangat baru dan energi baru. “Jangan sampai kita ketemunya di pengadilan” ungkap Muh. Yamin.

Dalam kesempatan tersebut, ketua DKPP, Haryono, dalam arahanya menyampaikan bahwa pemilihan dan pemilu diselenggarakan oleh penyelenggara secara independen. “Oleh karena itu personil penyelenggara harus independen juga” tegas Haryono. “Sehingga diperlukan lembaga yang independen dengan komitmen yang tinggi yang dilandasi azas luber dan jurdil” lanjut Haryono. DKPP berharap tidak terjadi permasalahan di tingkat penyelenggara. “DKPP nganggur ngak papa” kelakar Haryono. Haryono juga menegaskan bahwa jangan sampai kita dipaksa oleh pihak – pihak yang berkepentingan untuk memaksakan hak – hak mereka, “Kita harus mengedepankan integritas dan profesionalitas” tutup Haryono.

Sementara itu, anggota DKPP, Elfitra, menghimbau kepada seluruh peserta sosialisasi untuk selalu berhati – hati berkaitan dengan masa sebelum penyelenggaraan pemilihan dan pemilu nanti. Perlu ada perhatian khusus terhadap unggahan berita di medsos, group – group media komunikasi, serta meningkatkan integritas pribadi masing – masing individu.

Anggota DKPP, Ida Budiati berpesan bahwa DKPP merupakan organ yang sangat penting, “DKPP bisa jadi pengayom, pelindung bahkan sebagai pembersih” jelas Ida. Arahan DKPP merupakan bekal penyelenggaraan pemilihan maupun pemilu mendatang.  menggelar sosialisasi dan peraturan, yang pertama peraturan DKPP No. 2 Tahun 2017 tentang kode etik dan pedoman penyelenggaraan pemilu. Sosialisasi yang kedua tentang peraturan DKPP No. 3 Tahun 2017 tentang pedoman beracara kode etik penyelenggara Pemilu.